Ketika aku baca apdetannya si Yenny tentang kesan pertama aku jadi terinspirasi buat apdet yg nyaris mirip tetapi ini dalam judul pertemanan.Kalau dilihat dari painkillernya si Yenny“merasa tidak diinginkan orang lain adalah penyakit yg mematahkan tulang“ itu ada kebenarannya.Aku mengakuinya dan aku kasih nilai 10 buat Yenny .Sorry juga ya Yen,namamu kecatut disini….*maaf 1000x*.Andai aku tinggal di Indo,aku nggak perduli sama yg namanya teman.Satu nggak cocok bisa cari yg lain karena disekeliling kita semua bangsa Indonesia.Tetapi jika hidup di luar negri,rasa pertemanan yg kuinginkan saat itu besar sekali mengingat sedikitnya orang Indo disekitar kita,tetapi begitu mengetahui keadaan yg sebenarnya lebih baik menjaga jarak aja.Sebenarnya dalam tulisanku ini aku nggak meng-judge semua orang,tetapi kenyataan begitu.Andai ada orang yg membaca tentang postinganku ini dan pernah bersangkutan denganku di dunia nyata,mo sakit hati apa nggak itu urusan kalian,karena aku sendiripun sebenarnya lebih sakit hati daripada diri kalian dan aku udah muak.Aku dah nggak perlu bersandiwara lagi dan menyesal itu kata yg tepat buatku ketika mengenal kalian-kalian.Kalau boleh jujur aku sebenarnya senang dengan yg namanya berteman,apalagi kalau akhirnya bisa bersahabat,tetapi kalau aku selalu terluka,lebih baik nggak perlu yg namanya pertemanan.Apakah aku terlalu menuntut mereka supaya cocok denganku?apakah aku yg melankolis?apakah aku yg nggak bisa masuk di tengah2 mereka?Aku nggak tahu.Aku sudah berusaha membuat hati mereka senang dan berusaha untuk mereka menyenangiku juga tetapi sampai saat ini belum bisa.Susah deh kalau di luar negri sering merasakan sakit hati,karena akan ditanggung sendiri sampai nggak bisa makan apa tidur ataupun jatuh sakit.Aneh bukan??tapi itu kenyataan.Enak sekali kalau suamiku omong ketika aku sakit hati sama seseorang,bukannya suamiku nggak menghiburku,tetapi dia sebagai laki2 cuma bilang,buang aja pikiranmu jauh2 dan anggap orang itu nggak pernah ada di dunia ini…hehehe.Ya nggak bisa mas bule,aku ini cewek,sering nggak berpikir rasionalis tetapi sering menggunakan perasaan,tull nggak??So,dilanjutin ceritanya,ketika aku pertama kali datang ke negri ini rasanya ingin sekali menjalin suatu pertemanan dengan orang dari bangsa sendiri.Waktu itu sebagai new cormer, kalau pas di jalan nggak sengaja ketemu orang Asia aku selalu tanya,“anda berasal darimana??“ jawaban mereka2…kalau nggak ya Thailand,Philipine,atau Vietnam.Sedih hatiku waktu itu,kok nggak ada orang Indonesianya ya.Tapi sekarang,meski warna kulit sama,wajah Asia,aku dah nggak perduli.Sebodo teuing kata yg tepat!!Memang benar kata si Adhe,lahh susah deh mbak Mel kalau kamu ketemunya ibu2 Persib(=Persatuan Istri Bule)…hehehehe…ada2 aja istilah loe Dhe,tapi ternyata emang bener loh,ketemu ibu Persib itu susah dehh meski diriku juga bininya bule.Trus apalagi kalau wajah2 mereka dah mirip si iyem,ijah,inem,encum blagunya setinggi langit…hoekkksss …mo muntah…meski gue juga nggak cakep tapi gue nggak gila lah yaww,apalagi tuh omongannya mereka nggak mutu,sukanya nggosip,si A beginilah si B begitulah….haiyaaaa mbak2…sadar euyyy…boro2 loe diambil jadi bini bule.Coba kalau nggak ketemu mas bule,masih jamuran loe di Indo dan masih untung juga nggak dimakan rayap….hueheheh.Mbok jadi orang itu yg benar,sareh,legowo,jangan suka fitness,…eh fitnah.Ada lagi cerita lucu,waktu aku mau ultah,masak aku diteror oleh seseorang hampir tiap hari karena dia nggak kuundang…...maksa bangettttt deh buat dateng.Mo jadi tamu nggak diundang segala katanya(maling kaleeee).Tidak lah yaww!!Trus caranya dia lucu deh masak hampir tiap hari telpon dengan nomor telpon yg berbeda-beda tapi tetap dari satu daerah…kekekek…bego kok diplihara.Kalau pas pake nomor yg nggak dikenal…diem aja tuh orang waktu telponnya kuangkat,malah sambil mulutnya kletak kletuk kayak mirip makan kacang sukro….huehehe…dasarrrr sakit jiwa!!Itulah si ijah…. dasar ijah ya ijah loe ahhh!!Mo didandanin pake baju ber-merk,pakai mobil keren begitu bicara ketauan dah ijahnya…kekekek.Aku sih nggak perlu mempunya banyak teman tetapi yg kuperlukan teman berkwalitas….ceileeeee…kwantitas nggak menjamin boo….ada tuh orang yg membangga-banggakan diri,temanku ada di kota Berlin,Hamburg,Muenchen,Frankfurt,mana-mana lagi…aukkkk ahh gelapp…gue mah nggak butuh kayak loe!!Sekarang ini aku lebih asyik mempunyai teman dalam dunia maya,siapa tahu mereka malah bisa menjadi teman beneran.Tull nggak sodara-sodara??..hehehe.Kalau dalam dunia maya nggak cocok ya sudah nggak perlu disenggol atau bagaimana.Mo diomongin sampai bibirnya berbusa apa monyong ya monggo, soalnya kan nggak ada di depan mata kita,tull lagi nggak??Dalam hal ini bukannya aku menjelek-jelekkan bangsa sendiri atau bagaimana.Jujur aja kalian yg tinggal di luar negri seperti aku,coba tengok disekeliling kalian.Aku yakin kalian juga pernah mengalaminya.Mungkin kalian2 aja merasa nggak enak hati mau menuangkan dalam blog atau masih ada rasa sungkan,masih memikirkan ntar ada yg tersinggung apa nggak.Lah capek dehhh kalau nurutin rasa sungkan itu tadi,wong kita udah dibikin repot juga sama mereka. Tapi aku bilang jika kalian mempunya blog tuangkan aja uneg-uneg kalian,itu kan blog pribadi kalian demikian juga uneg-unegku ini.Pengalaman memang tepat dikatakan sebagai sebuah guru yg berharga.