Donnerstag, 10. Januar 2008

Zaman edan...

Bukan ngejek dan menghina.Dulu pas zaman aku kecil kalo lihat orang bule suka kagum,kayaknya pada pinter2 dan jenius ,tapi ternyata yg dodol dan begonya minta ampun juga buanyaaak banget dan malah kadang nggak bisa dipikir sama nalarku…kekekekPhotobucket.Saat ini masih ramai cerita tentang bayi di negara ini.Sepertinya sejak kasus anak yg 14 tahun setiap hari nyaris ditanyangkan tentang bayi-bayi.Kalau dilihat kasihan sekali itu bayi-bayi yg nggak berdosa dilahirkan dari ibu-ibu yg nggak jelas kemauannya.Tetapi apa boleh buat,si bayi kan nggak bisa memilih siapa yg akan menjadi orang tuanya kelak.Ada satu kasus lagi,kalau kemarin ibunya si bayi usia 14 tahun,kali ini ibunya si bayi berusia 55 tahun.Suatu anugerah jika seorang wanita itu bisa hamil,tetapi jika kasusnya ngaco seperti ini apakah bisa dikatakan anugerah ya??Memang kehamilan itu nggak memandang usia kalo emang udah rezeki dari yg diatas dan kita harus menerimanya dengan senang hati dan ikhlas.Tapi andaikan aku jadi ibu itu lebih baik nggak mau ambil resiko dengan kehamilan di usia senja seperti dia.Jika dihitung 5 tahun ke depan itu anak baru berumur 5 th dan ibunya sudah seperti omanya.Tenaga pasti udah nggak kuat dan otak untuk berpikir pasti sudah lemot bangetPhotobucket.Lagian menjadi single parent di negara ini juga susah loh,yg masih muda aja pada ngeluh apa lagi udah tua kayak ibu itu.Sepertinya cuma ke egoisan ibu itu aja pingin punya anak tanpa memikirkan kebelakangnya.Now,back to cerita tentang ibu 55 th ini.Dia selama ini tinggal sendirian(single) dan selama hidupnya belum pernah punya anak seorangpun.Tetapi si ibu ini menurut pemikiranku kayaknya kacau deh.Udah tuwir dan ubanan tapi kayaknya nggak tahu diri…heheh.Dia itu hidup dengan bantuan sosial yg nggak nyampe 300 Euro/bulan,lalu cari laki-laki lewat internet buat menghamilinya dan akhirnya emang hamil.Trus sekarang si lakinya kabur dan nggak jelas keberadaannya.Ckckck….nggak mudeng babar blas aku ini,kayaknya dunia udah jungkir balikPhotobucket.Wong sampeyan itu udah tuwek keplek rambut putih kabeh kok rak iso mikir.Waktu diwawancarai dia bilang nggak mampu beliin baju bayi kalo yg baru-baru.Lah iyalah wong yg dilihat dia itu di toko yg mahal.Katanya cuma mampu beli dari yg second-hand.Yo nggak apa-apalah wong secondhand juga bagus-bagus kok,lagian bayi itu kan perkembangannya lebih cepat jadi nggak mesti pake baju baru.Darisini seharusnya dia kan juga mikir,wong punya baby itu biayanya nggak sedikit,butuh pampers,pakaian dan susu kalo si ibu itu asinya nggak keluar secara dia udah tua.Selain udah tuwek dia mo kerja apa coba??wong cari kerja itu susah jeh.Andai dia kerja trus si baby sama siapa coba??mo pake baby sister??kaga mungkinlah,wong mahal amir tenaga baby sister itu.Singkat cerita,akhirnya satu hari sebelum melahirkan,bayi si ibu itu meninggal.Kasihan kataku dan nggak bisa komentar lagi!!Tapi aku juga nggak tahu jika itu emang rencana dari yg diatas.Pasti Tuhan punya suatu rencana yg baik terhadap si baby dan ibunyaPhotobucket.Sekarang si ibu itu untuk sementara waktu tinggal bersama temannya,katanya nggak bisa lihat barang yg berhubungan dengan bayi di rumahnya.Hmmm…sambil ngelus dada.Coba bu kemarin-kemarin kamu nggak melakukan hal yg konyol seperti itu,pasti deh kamu juga nggak akan trauma.Wong tadinya hidupmu itu udah lempeng kok yo kamu bikin mbulet dewe mirip benang ruwet .